Awal yang indah untuk pengalaman yang manis ^^

Hello gaes!

Cermi ini–hanya sekedar perjalanan cerita yang indah. Sayang sekali jika engga Hap ceritakan kepada semuanya. Sesuai judul yaitu awal yang indah untuk pengalaman yang manis. Dimana banyak cerita, pengalaman, pelajaran, dan tentu hikmah yang Hap ambil dibalik cerita ini. Cermi ini terinspirasi dari cermi Mamoi disini.

Semester genap telah berakhir lama. Dan saatnya Hap menceritakan hal-hal yang telah Hap dapatkan. Tentunya, Hap perlu say thanks (with love) to Bp Ir. Untung Rahardja, M.T.I., MM yang telah memberikan kesempatan untuk menghandle penuh (keyakinan) kelas-kelas serta bimbingan. Di semester genap ini, Hap bangga bisa menularkan ilmu di kelas komputer masyrakat, interaksi manusia dan komputer, dan IT Research (iLP). Tak hanya menghandle kelas, Hap juga dipercayakan untuk menghandle SEIHA dan SWAN.

Selama 4 (empat) s/d 6 (enam) bulan ini, banyak hal yang Hap petik hikmahnya. Salah satunya adalah tentang waktu. Dimana waktu menjadi bagian terpenting untuk hasil yang kita terima nanti.

Ada yang bilang waktu adalah uang. Tapi bagi Hap, waktu merupakan aset yang berharga jika kita sia-sia kan. Waktu tidak akan pernah bertambah jadi 25 jam. Tapi adanya 24 jam dalam sehari, kita wajib memanage waktu untuk tidak melewatkan sedikit pun waktu itu. Karena waktu tidak bisa di putar kembali #eaaak.

Nah. Dari pengalaman Hap mengajar di kelas. Hap selalu ingat ThermoiLearning yang di ajarkan oleh Bp dan Mamoi.. Hap banyak belajar tentang bagaimana cara mengajarkan mahasiswa dengan fun learning (meskipun pada kenyataannya Hap belum merealisasikannya dengan baik). Pengalaman pertama ini akan menjadi pengalaman yang manis untuk Hap. Karena dengan adanya pengalaman ini Hap bisa belajar be better lagi.

OK. Cerita-cerita dikelas. Hap tentu merasa senang karena bisa berbaur dengan 32 (tiga puluh dua) mahasiswa SL121E, 28 (dua puluh delapan) mahasiswa TL601C, dan 4 (empat) mahasiswa SL601Z. Ada hal yang Hap syukuri karena bisa menjadi dosen, teman, dan sahabat mereka. Fun learning yang Hap jalankan dengan berbaur bersama mereka dan mendengarkan mereka punya pendapat disetiap kesempatan.

Dan sesuai arahan Mamoi juga, alangkah baik jika mahasiswa diajarkan untuk perform di depan kelas. Maka, Hap menerapkan pembelajaran dimana mahasiswa meneliti sistem di Raharja dan mempresentasikan di depan kelas.

Disamping itu juga, tentu harus ada feedback dari mahasiswa terhadap temannya yang sedang mempresentasikan didepan. Ya, seperti arahan Bp juga, SC tetap berlaku di kelas SL121E, TL601C, dan SL601Z. Mahasiswa yang aktif akan di janjikan SC dan nilai berlebih *eciyeee.

Perangkat-perangkat TPi juga berjalan sebagai mana yang seharusnya, iLearning memiliki perangkat yang tak boleh luput dari pembelajaran, diantaranya Rinfo (milis), iMe Class, dan iDu Class.

Jujur. Untuk menggerakan mahasiswa aktif di milis itu sulit sekali. Tapi sulit bukan berarti tidak bisa. Meskipun milis tidak seramai Timur. Kelas ini, juga tetap menjalankan milis sebagaimana seharusnya.

 

Namun dari bukti diatas yang Hap sayangkan adalah Dosen lebih aktif dari mahasiswanya. Itu kesalahan Hap pastinyaTapi bagaimanapun pengalaman pertama ini harus bisa Hap tingkatkan di pengalaman berikutnya (jika di berikan kesempatan)

Dan perihal iDu. Hap memang lalai. Karena Hap pikir bisa saja di nilai di akhir. Dan ini sudah Hap dapatkan pencerahan dari Bp. Dan hal ini gaboleh terulang lagi. Hap harus bisa meningkatkan kualitas dalam mencerdaskan Pribadi Raharja. Itu visi Hap. Dan misinya adalah menggunakan perangkat-perangkat dan filsafat-filsafat yang selalu dan selau Bp ajarkan.

Lanjut kecerita tentang bimbingan. SEIHA dan SWAN juga belum bisa dikatakan banyak berkembang. Karena mereka masih terlalu fokus pada hasil bukan proses sebagaimana yang tertulis pada Horenso disini.

Sebagai leader–Hap bisa dibilang ‘payah’. Karena tidak bisa menggerakan orang lain. Hap selalu ingat kata-kata Bp ttg “orang hebat itu, orang yang bisa menggerakkan orang lain.” Namun pada kenyataannya, Hap belum bisa mencapai tingkatan setinggi itu.

Hal itu tidak membuatkan Hap patah semangat begitu saja. Karena bagaimana pun pengalaman adalah guru terbaikDan Hap menjadikan pengalaman ini sebagai guru yang bisa menuntun Hap ke arah yang baik.

Dan–jika diberikan kesempatan untuk mengajar di kelas lagi, Hap tidak akan menyia-nyiakan waktu. Bagaimana pun thermoiLearning harus berjalan. 

“Pengalaman buruk hanyalah mimpi buruk yang harus kau ubah jadi indah ketika kau bangun dari tidur.” -anonim-