Perkembangan Sistem Operasi

1. Open Shop Operation

  • Komputer pada masa ini tidak memiliki operating system (sistem operasi).

Setiap orang yang ingin memakai komputer harus mendaftarkan jadwal rencana pakai kepada pengelola komputer, sehingga jadwal pemakaian dapat disusun. Pada saat jadwal pakai tiba maka pemakai komputer harus mempersiapkan komputer secara manual (seperti hubungan kabel dan saklar yang perlu diatur dsb).

2. Operator Driven Shop Operation

Pada jaman ini persiapan terhadap komputer dilakukan oleh operator khusus. Operator melakukan persiapan komputer sesuai dengan kebutuhan calon pemakai yang akan memakai komputer pada jadwalnya.

3. Off-line Operation

Komputer pada masa ini sudah menggunakan kartu lubang (puch card). Puch card merupakan kartu berlubang. Lubang pada kartu tersebut merupakan data – data setting dari komputer, sehingga persiapan komputer sebelum digunakan oleh pemakai lebih cepat.

4. Buffer Operation

  • Disini alat masukan dilengkapi dengan memory buffer (penampung).

Data dari pita magnetik dibaca dan dimasukkan ke dalam memory buffer, dan dari pita kemudian memory buffer data masuk ke olahan komputer. Aliran data dari memory buffer ke olahan komputer jauh lebih cepat daripada aliran data dari pita magnetik ke ke memory buffer. Sehingga pada saat komputer sedang mengolah data pekerjaan pertama dari dalam memory buffer, maka pada saat yang sama pula data pekerjaan kedua dibaca dari pita magnetik ke memory buffer, demikian seterusnya.

5. Spool operation

Spool = Simultaneous Peripheral Operation On-Line. (Operasi periferal secara simultan pada saat online). Berarti kerja alat periferal berjalan secara serentak dan simultan dengan kerja olahan di dalam komputer.

Contohnya : pada saat dilakukan pencetakan melalui printer, komputer tetap melakukan pengolahan pekerjaan.

6. Batch multiprogramming operation

Batch multiprogramming operation, sistem operasi dapat melayani lebih dari satu program dalam bentuk tumpukan (batch). Ini berarti sistem operasi komputer harus mengatur penjadwalan prosessor dalam melayani program – program.

7. Time Sharing Operation

Hampir sama dengan multiprogramming operation. Bedanya adalah pada kecepatan giliran prosessor untuk melayani semua pemakai.

Time sharing operation jadwal antara pekerjaan berlangsung dengan singkat dan sesuai dengan prioritas dan pemakaian. Sedangkan Multiprogramming operation jadwal antara pekerjaan berlangsung lama, karena suatu pekerjaan harus di layani sampai selesai baru melayani pekerjaan berikutnya. Dan urutannya tergantung posisi pekerjaan tersebut pada tumpukan.

8. Real-time programming operation

Pada real-time programming operation, begitu ada data masuk maka prosessor harus segera mengolah data itu. Sedangkan pada operasi batch multiprogramming operation dan time sharing operation data yang masuk tidak langsung diolah, tergantung apakah pekerjaan pengolahannya sedang berada pada posisi dimana prosessor harus mengerjakannya.

Realtime programming operation banyak digunakan pada operasi pengendalian dan pembacaan informasi secara langsung (realtime).

9. Kerja Prosesor

  1. Pekerjaan >> User >> Komputer + Program (Tataolah)
  2. Program (tataolah) yang dikerjakan itu disebut task (tugas) dan disebut juga process (proses).
  3. Pelaksanaan task dan process terjadi di processor

Pada program yang paling dasar (yaitu dalam bahasa mesin), kerja prosessor berlangsung melalui instruksi dalam siklus jemput dan siklus kerja.

10. Pekerjaan dan Program

  1. Throughput >> Banyaknya pekerjaan yang dapat diselesaikan oleh sistem komputer dalam satu satuan waktu.
  2. Throughput sangat bergantung pada kecepatan kerja alat serta ketepatan pengelolaan berbagai sumber daya komputer.

11. Task and Process

Gambar 1.  Task and Process
Gambar 1. Task and Process

Kegiatan prosessor ini memanfaatkan register dan bus. Dengan kata lain, setiap proses terdiri atas sejumlah instruksi dengan kegiatan jemput dan kegiatan kerjanya.

12. Bus and Register

Gambar 2. Bus and Register
Gambar 2. Bus and Register
  1. Data Bus >> jalur tempat informasi data berlalu lintas di antara register.
  2. Address Bus >> jalur tempat informasi alamat memori berlalu lintas diantara register.
  3. AX >> merupakan register serba-guna yang dapat menerima berbagai informasi.
  4. BX >> merupakan register lain yang menerima informasi yang akan diolah bersama dengan isi register AX.
  5. Program Counter >>counter yang menunjukkan letak program di dalam memory
  6. MAR >> mencatat alamat memori yang isinya akan dicapai oleh prosesor.
  • Alamat itu diperolehnya dari register PC dengan memasukkan alamat memori tertentu itu ke MAR, maka prosesor itu akan mencapai alamat itu di memori-kerja. Selanjutnya akan terjadi 2 (dua) kemungkinan, yaitu :
  • Kemungkinan Pertama : pada pembacaan data dari memori-kerja, data atau isi memori-kerja itu dibaca dengan disalin ke register data MDR (Memori Data Register)
  • Kemungkinan Kedua : pada penulisan data ke memori-kerja, isi RD disalin ke alamat memori-kerja itu. Kedua register itu, MAR dan MDR terus bekerja sama dalam kegiatan pengambilan dan pengiriman data dari dan ke memori-kerja.

13. Instruction Register

IR >> Menampung instruksi atau informasi yang akan diperiksa jenisnya.

Informasi program yang diambil dari memori-kerja dibawa melalui register MDR ke dalam IR. Di dalam IR, informasi itu diperiksa, manakala informasi itu berbentuk instruksi program maka instruksi itu diteruskan ke Control Unit (CU). Selanjutnya, sesuai dengan isi instruksi itu, CU akan mengendalikan semua kegiatan di dalam prosesor.

Kerja prosesor terdiri atas 2 (dua) siklus, yaitu :

  • Siklus Jemput
  • Siklus Kerja

Pada siklus jemput yang dijemput adalah bagian program yang ada dalam memori-kerja dan akan diolah prosesor. Lalu pada siklus kerja terjadi menyusul siklus jemput. Dengan demikian terjadilah urutan panjang berupa siklus jemput dan siklus kerja yang terjadi berulang-ulang dan pada akhir program kegiatan itupun terhenti.

Gambar 3. Siklus Jemput
Gambar 3. Siklus Jemput
siklus2
Gambar 4. Siklus Kerja

Leave a Reply